Kiper Kosta Rika Keylor Navas dikecam di Prancis karena pekerjaannya yang tidak teratur

Banyu Uwir

Kiper Kosta Rika Keylor Navas dikecam di Prancis karena pekerjaannya yang tidak teratur

VERSAILLES.- Mantan asisten penjaga gawang Kosta Rika di Paris SG, Keylor Navas, telah mengajukan gugatan Perancis terhadap pesepakbola tersebut karena mempekerjakannya secara tidak teratur, sebuah sumber yang mengetahui kasus tersebut mengatakan kepada AFP Rabu ini.

Pengadu, berusia 35 tahun dan bekerja sebagai asisten di rumah Navas dan keluarganya selama hampir dua tahun mulai Maret 2021, menuduhnya gagal mematuhi undang-undang ketenagakerjaan, menurut pengaduan.

Mantan karyawan tersebut mengaku tidak pernah menandatangani kontrak kerja, itulah sebabnya dia bekerja tanpa pemberitahuan kepada pihak berwenang, selain harus tunduk pada jam kerja dan kondisi yang “setidaknya berlebihan menurut undang-undang ketenagakerjaan Prancis”.

Penggugat menceritakan bahwa dia terpaksa “tidur di ruangan yang lembab dan tidak berventilasi, di mana dia juga harus menyiapkan makanannya,” menurut teks tersebut.

Ia juga mencela Navas, yang beberapa pekan lalu mengumumkan kepergiannya dari klub Paris tersebut, karena memaksanya membawa senjata untuk menjamin “keselamatan keluarga”.

“Tuan Navas jelas-jelas melakukan tindakan yang bertentangan dengan seluruh aturan hak atas pekerjaan,” kata pengacara penggugat, Yassine Yakouti dan Lola Dubois, yang menggambarkan kondisi kerja klien mereka sebagai “suatu bentuk perbudakan modern.”

Pergerakan di Italia:

Vincenzo Italiano menjadi pelatih baru Bologna, menggantikan Thiago Motta yang menurut media akan mengambil kendali Juventus, tim peringkat kelima Serie A terakhir yang diumumkan Rabu ini.

“Bologna FC 1909 mengumumkan telah mempercayakan arahan teknis tim utamanya kepada Vincenzo Italiano, yang berkomitmen hingga 30 Juni 2026,” kata Bologna.

Italiano, 46, mewarisi sensasi musim ini di sepak bola Italia, dengan lolos ke Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarahnya.

Sang pelatih memimpin Fiorentina selama tiga musim terakhir, membawa mereka ke peringkat ketujuh pada musim 2021-22 dan kedelapan pada tahun 2022-23 dan 2023-24, ditambah dua kekalahan berturut-turut di final Liga Conference (2023 dan 2024). .

AIR MANCUR: AFP