Warga Venezuela di luar negeri menuntut agar pendaftaran pemilu dibuka

Banyu Uwir

Warga Venezuela di luar negeri menuntut agar pendaftaran pemilu dibuka

CARACAS.- Warga negara Venezuela yang tinggal di Argentina dan Uruguay melakukan protes pada hari Senin ini di depan kantor pusat diplomatik negara tersebut untuk menuntut agar pendaftaran di Daftar Pemilihan Umum (RE) dibuka di kota-kota tersebut.

Dengan slogan “Kami ingin memilih”, warga Venezuela di Buenos Aires melakukan protes selama enam hari berturut-turut di depan Kedutaan Besar Venezuela, menuntut dimulainya proses pendaftaran dan pemutakhiran data yang memungkinkan mereka untuk memilih dalam pemilihan presiden. pemilu dijadwalkan pada 28 Desember. Juli di negara Karibia.

Sekitar 220.000 warga Venezuela saat ini tinggal di Argentina, dan hanya 2.000 di antaranya yang terdaftar sebagai pemilih.

Sesuai jadwal pemilihan Dewan Pemilihan Nasional (CNE), masa pendaftaran dan pemutakhiran RE dimulai pada 18 Maret dan akan berlangsung hingga 16 April. Namun, hingga saat ini proses tersebut belum dimulai di Buenos Aires atau Montevideo.

Berdasarkan informasi yang diberikan Kedutaan Besar Venezuela di Buenos Aires pekan lalu, mereka belum menerima perlengkapan yang diperlukan untuk melakukan pendaftaran, padahal sudah seminggu berlalu sejak tanggal CNE menetapkan dimulainya pemilu. Registrasi.

“Mereka tidak memberi kami jawaban atau informasi pasti mengenai kapan kami bisa memulai proses ini,” kecam Adriana Flores, kepala komando kampanye kandidat oposisi María Corina Machado, di Argentina.

Penundaan serupa juga dilaporkan terjadi di Spanyol, Chile, Ekuador, dan Kolombia.

“Mereka tidak mempunyai informasi lebih lanjut, namun pendaftarannya belum dimulai hari ini karena mereka belum menerima informasi lebih lanjut,” kata Hamurabi Pérez Toro, anggota partai Primero Justicia, dari Kepulauan Canary, melaporkan VOA.

AIR MANCUR: EDITORIAL / Dengan informasi dari Infobae / Cocuyo Effect