oleh

Ini Penjelasan Kapolsek.Pammana Terkait Pemberitaan Salah satu Media online memuat Dinlai Tumpul Menangani Kasus.

WAJO — Salah satu media online memuat berita dengan judul “Polsek Pammana Dinilai Tumpul Tuntaskan Laporan Masyarakat”, disesalkan Kapolsek Pammana di kabupaten Wajo.Dalam berita tersebut mengulas bahwa seorang warga Ulugalung, desa Lempa kecamatan Pammana merasa kecewa pada pelayanan polsek Pammana,Polres Wajo atas laporannya satu bulan lebih belum ada kejelasan hukum.

Saat dikonfirmasi , Iptu Andi Amiruddin, Kapolsek Pammana (Kamis,10/06/2021) mengatakan bahwa berita tersebut mencuat tanpa klarifikasi,atau komfirmasi kepada pihak kepolisian.

“Berita itu tanpa klarifikasi kesaya tapi karena sudah termuat jadi saya anggap ini miss komunikasi saja”, ujar Kapolsek

Andi Amiruddin mengatakan laporan polisi Laporan Polisi no :LP/B/203/V/2021 sedang dalam penyelidikan dan membutuhkan waktu, apalagi belum lama ini bersamaan dengan beberapa kegiatan, termasuk Pilkades.

“Laporan polisi yang di maksud dalam berita bukan tidak ditindaklanjuti. Inikan ada prosedur tahapan yang harus dilalui, apalagi belum lama ini ada pergantian jajaran di Polsek, termasuk Pilkades yang menjadi salah satu agenda utama kami”, jelas Kapolsek.

Andi Amiruddin menegaskan bahwa semua laporan masyarakat tetap akan ditindaklanjuti sesuai prosedur,terkait Laporan tersebut Dlm Hal Ini Unit Reskrim Polsek Pammana telah melakukan upaya hukum melakukan pemeriksaan terhadap pelapor dan terlapor dan sudah mendatangani TKP apabila hasil lidik rampung akan dilakukan gelar perkara di Polres Wajo.

Diberitakan bahwa H.Agustan menjelaskan bahwa permasalahan yang menimpahnya itu yakni sebidang tanah miliknya di dusun Ulugalung Barat desa Lempa kecamatan Pammana,kabupaten Wajo Sulsel,seluas sesuai Akte Jual Beli (AJB) 5054 m2 dengan AJB no: 1255/JB/2017 tanggal 23 November 2013 dengan tanaman hidup dikebun tersebut 24 pohon kelapa serta tanaman pisang. Diduga telah dirusak dan digusur oleh lelaki inisial (RS) berteman bersama perempuan inisial (ID).Mereka melakukan pengrusakan sebanyak tiga kali.

Sementara itu (RS), warga Ulugalung di desa Lempa, Kecamatan Pammana, kabupaten Wajo yang menjadi terlapor berencana melapor balik lantaran dituduh melakukan telah melakukan kejahatan pidana pengerusakan dan atau secara bersama-sama melakukan kekerasan kepada barang (isi kebun).

“Saya telah di beri amanah penuh dari Hj. Jusnawati terhadap objek yang dilaporkan AG kepada polisi, dan sangat bertentang dengan fakta yang ada. Kami dituduh menebang kelapa (isi kebun) dan disangka pasal 170 Subs 406 KUHP,idana, padahal yang melakukannya itu pemilik tanah itu sendiri”, ujar terlapor. (Adr)

loading...

KATEGORI BERITA TERKAIT :